Gemulai Gerak, Teguh Makna: Tari Saman MTsN 2 Probolinggo Debut di Hadapan DWP Kemenag
PROBOLINGGO — Denting suasana khidmat Peringatan Maulid Nabi Muhammad SAW di Aula Al-Ikhlas Kantor Kementerian Agama Kabupaten Probolinggo, Rabu (19/8/2026), mendadak terasa semakin semarak ketika belasan penari dari Tim Tari Saman MTsN 2 Probolinggo mengambil posisi untuk menampilkan sebuah persembahan seni yang sarat makna.
Untuk pertama kalinya, Tim Tari Saman MTsN 2 Probolinggo tampil di hadapan Dharma Wanita Persatuan (DWP) Kementerian Agama Kabupaten Probolinggo dalam rangkaian Peringatan Maulid Nabi Muhammad SAW yang bertepatan dengan 12 Rabiul Awal 1448 H. Penampilan tersebut menjadi salah satu warna istimewa dalam kegiatan yang mengangkat tema “Cinta Nabi Cinta Negeri, Merdeka dalam Iman dan Aksi.”
Dengan gerakan yang kompak, ritmis, dan penuh energi, para penari berhasil menghadirkan pertunjukan yang tidak hanya mengedepankan keindahan gerak, tetapi juga menyampaikan pesan tentang kebersamaan, kedisiplinan, kekompakan, serta kecintaan terhadap khazanah budaya bangsa.
Bagi Tim Tari Saman MTsN 2 Probolinggo, panggung di Aula Al-Ikhlas bukan sekadar tempat untuk menunjukkan kemampuan seni. Panggung tersebut menjadi ruang pembuktian pertama di hadapan keluarga besar DWP Kementerian Agama Kabupaten Probolinggo bahwa talenta seni peserta didik madrasah dapat tumbuh menjadi kekuatan karakter sekaligus media untuk menyampaikan nilai-nilai kebaikan.
Debut yang Menjadi Catatan Sejarah
Penampilan perdana di hadapan DWP Kemenag Kabupaten Probolinggo tersebut menjadi pengalaman penting bagi para anggota Tim Tari Saman. Di tengah suasana Maulid Nabi yang sarat nilai spiritual, mereka membawa semangat seni tradisi yang berpadu dengan pendidikan karakter.
Setiap gerakan membutuhkan konsentrasi. Setiap ketukan menuntut keseragaman. Setiap perubahan pola harus dilakukan dengan penuh ketepatan. Dari situlah Tari Saman mengajarkan sebuah nilai sederhana tetapi mendalam: tidak ada gerakan besar yang dapat dilakukan sendirian.
Kekompakan menjadi kunci.
Nilai tersebut selaras dengan semangat yang dibangun melalui tema kegiatan. “Cinta Nabi” tidak berhenti pada ungkapan kecintaan kepada Rasulullah SAW, tetapi diwujudkan melalui akhlak, kedisiplinan, persaudaraan, dan perilaku positif. Sementara “cinta negeri” dapat diwujudkan dengan menjaga budaya, menghargai keberagaman, serta berani menunjukkan karya terbaik sebagai generasi penerus bangsa.
Kepala MTsN 2 Probolinggo, Ernawiyadi, S.Ag., memberikan apresiasi atas kesempatan yang diberikan kepada peserta didik untuk tampil dalam kegiatan tersebut. Menurutnya, penampilan Tari Saman menjadi bagian dari proses pendidikan yang tidak hanya berorientasi pada kemampuan akademik.
“Madrasah bukan hanya tempat untuk mengembangkan kecerdasan intelektual, tetapi juga ruang untuk menumbuhkan karakter, kreativitas, keberanian, dan kecintaan terhadap budaya. Penampilan Tari Saman ini merupakan bentuk nyata bahwa peserta didik MTsN 2 Probolinggo memiliki potensi yang layak untuk terus dikembangkan dan diapresiasi.”
Ia juga menilai kesempatan tampil di hadapan DWP Kemenag Kabupaten Probolinggo menjadi pengalaman berharga bagi para siswa untuk membangun kepercayaan diri.
“Ini adalah panggung pertama mereka di hadapan DWP Kemenag Kabupaten Probolinggo. Tentu ada kebanggaan tersendiri, tetapi yang lebih penting adalah pengalaman tersebut dapat menjadi motivasi agar mereka terus berlatih, berani tampil, dan memberikan karya terbaik,” imbuhnya.
Kesiswaan: Seni sebagai Jalan Pembentukan Karakter
Dukungan serupa disampaikan Waka Bidang Kesiswaan MTsN 2 Probolinggo, Erma Yuli Astutik, M.PdI. Ia memandang kegiatan seni sebagai salah satu wahana efektif untuk membangun karakter peserta didik.
Menurutnya, Tari Saman memiliki keunikan karena setiap penampil dituntut mampu menyatukan gerakan, tempo, konsentrasi, dan ekspresi dalam satu kesatuan pertunjukan.
“Tari Saman mengajarkan banyak hal kepada anak-anak. Mereka belajar disiplin, fokus, bertanggung jawab, menghargai teman, dan memahami bahwa keberhasilan sebuah pertunjukan lahir dari kekompakan seluruh anggota tim. Nilai-nilai inilah yang ingin kita tumbuhkan melalui kegiatan kesiswaan,” ungkapnya.
Ia berharap debut tersebut menjadi awal bagi Tim Tari Saman MTsN 2 Probolinggo untuk semakin berkembang dan mendapatkan ruang tampil yang lebih luas.
“Kami berharap ini bukan menjadi penampilan pertama sekaligus terakhir, tetapi menjadi langkah awal untuk melahirkan lebih banyak karya dan prestasi. Anak-anak perlu diberikan ruang untuk menunjukkan potensi mereka,” tuturnya.
Pembina: Dari Latihan Panjang Menuju Panggung Kehormatan
Di balik penampilan yang tampak singkat dan memukau, terdapat proses latihan yang membutuhkan ketekunan. Pembina Tari Saman MTsN 2 Probolinggo, Hj. Lilik Farida Hawa, S.Ag., menjadi salah satu sosok yang mendampingi para siswa dalam mempersiapkan penampilan tersebut.
Baginya, tampil di hadapan DWP Kemenag Kabupaten Probolinggo merupakan sebuah kehormatan sekaligus tantangan bagi anak-anak binaannya.
“Saya sangat bersyukur dan bangga karena anak-anak mendapatkan kesempatan tampil dalam acara yang begitu istimewa. Ini merupakan kali pertama mereka tampil di hadapan DWP Kemenag Kabupaten Probolinggo. Tentu ada rasa deg-degan, tetapi justru dari pengalaman seperti inilah mental dan kepercayaan diri mereka akan tumbuh,” ujar Hj. Lilik.
Ia menambahkan bahwa proses latihan tidak hanya diarahkan untuk menghasilkan gerakan yang indah, tetapi juga membentuk karakter para penari.
“Yang kami latih bukan hanya gerakannya, tetapi juga kekompakan, kedisiplinan, tanggung jawab, dan keberanian. Saya selalu menyampaikan kepada anak-anak bahwa ketika sudah berada di atas panggung, mereka membawa nama madrasah. Karena itu, tampilkan yang terbaik dengan penuh percaya diri dan tetap rendah hati,” jelasnya.
Ketika Seni Menjadi Bahasa Cinta
Penampilan Tim Tari Saman MTsN 2 Probolinggo akhirnya menjadi lebih dari sekadar pertunjukan. Ia menjadi pertemuan antara seni, pendidikan, budaya, dan nilai keagamaan dalam satu panggung.
Dalam suasana Maulid Nabi Muhammad SAW, para siswa menunjukkan bahwa kecintaan terhadap Rasulullah SAW dapat tumbuh berdampingan dengan kecintaan terhadap budaya bangsa. Nilai-nilai kedisiplinan dan kebersamaan yang terkandung dalam Tari Saman pun menemukan relevansinya dengan semangat membangun generasi yang berkarakter.
Sementara bagi madrasah, kesempatan tersebut menjadi bagian dari perjalanan panjang untuk memberikan ruang seluas-luasnya kepada peserta didik agar mampu berkembang sesuai potensi dan bakatnya.
Debut di Aula Al-Ikhlas mungkin menjadi satu langkah kecil. Namun bagi para penari muda MTsN 2 Probolinggo, langkah tersebut dapat menjadi awal dari perjalanan panjang menuju panggung-panggung prestasi berikutnya.
Sebab, ketika tangan bergerak dalam irama yang sama, ketika tubuh mengikuti ketukan yang serempak, dan ketika hati dipersatukan oleh semangat berkarya, seni tidak lagi sekadar pertunjukan.
Ia menjelma menjadi bahasa cinta—cinta kepada Nabi, cinta kepada budaya, cinta kepada madrasah, dan cinta kepada negeri.
TIM PUBLIKASI & DOKUMENTASI
Penulis: Juarnis Retno W.
Editor: Yudi Setiawan
Layout & Design: Ihya’ulumuddin
Publisher: Andri Yodha & Okky Buyung F.
Fotografer: Indah & Mauidzatul H.
Videografer & Editor: Moh. Syaifullah
Komentari Tulisan Ini
Tulisan Lainnya
SYAFA’ATUL MUSTHOFA MENGALUN, MAULID PUN BERKAH
PROBOLINGGO — Lantunan shalawat yang merdu mengalun di Aula Al-Ikhlas Kantor Kementerian Agama Kabupaten Probolinggo, Rabu (19/8/2026). Suasana Peringatan Maulid Nabi Muhammad SAW
Cinta Nabi, Cinta Negeri: DWP MTsN 2 Probolinggo Semarakkan Maulid Nabi dengan Spirit Kemerdekaan dalam Iman dan Aksi
PROBOLINGGO — Semangat mencintai Rasulullah SAW sekaligus meneguhkan kecintaan kepada tanah air menjadi ruh dalam Peringatan Maulid Nabi Muhammad SAW yang diselenggarakan oleh Dha
Elit Pramuka Madahesa MTsN 2 Probolinggo Tampilkan LKBB Penuh Presisi di Upacara HUT ke-81 RI Pajarakan
PAJARAKAN, 17 Agustus 2026 – Derap langkah terdengar tegas dari Lapangan SMPN 1 Pajarakan, Senin (17/8/2026). Di tengah suasana khidmat Upacara Peringatan HUT ke-81 Kemerdekaan Re
HUT ke-81 RI di MTsN 2 Probolinggo Hadir dalam Dua Upacara: Bersatu dalam Adat, Nasionalisme, dan Spirit Maulid Nabi
PROBOLINGGO, 17 Agustus 2026 – Peringatan Hari Ulang Tahun ke-81 Kemerdekaan Republik Indonesia di lingkungan MTsN 2 Probolinggo berlangsung istimewa. Bukan hanya karena semangat
AFIKA VIDI SAFANIYA, SRIKANDI MTSN 2 PROBOLINGGO, RAIH MEDALI PERUNGGU SURABAYA OPEN FENCING 2026
Probolinggo, 16 Agustus 2026 – Prestasi kembali ditorehkan peserta didik MTsN 2 Probolinggo di kancah olahraga. Kali ini datang dari Afika Vidi Safaniya, siswi kelas 9A, yang berh
